Hari Keterampilan Pemuda: Skill Masak Lebih Penting dari yang Kamu Kira!
Jujur deh — berapa kali seminggu kamu masak sendiri? Atau lebih sering buka aplikasi pesan makan?
Kalau jawabannya lebih sering pesan online, kamu nggak sendirian. Di era serba instan seperti sekarang, banyak generasi muda — terutama Gen Z — tidak lagi bisa memasak. Keterampilan memasak perlahan ditinggalkan, sebagian karena kehabisan waktu, sebagian lagi karena terlalu terbiasa dengan budaya instan.
Tapi hari ini, 15 Juli, diperingati sebagai Hari Keterampilan Pemuda Sedunia — momen yang digagas PBB untuk mengingatkan kita bahwa keterampilan hidup adalah investasi terbaik yang bisa dimiliki anak muda. Dan salah satu skill yang paling underrated tapi paling berdampak? Skill memasak.
Kana Group mau jelasin kenapa bisa masak itu jauh lebih penting dari yang kamu kira — buat dompet, kesehatan, dan masa depanmu!
Fakta yang Bikin Kamu Mikir Dua Kali soal Pesan Online Terus
Coba hitung sebentar. Kalau kamu pesan makan 2 kali sehari dengan rata-rata Rp30.000 per porsi ditambah ongkos kirim Rp10.000, pengeluaran makanmu bisa mencapai Rp2.400.000 per bulan — hanya untuk makan!
Bandingkan kalau kamu memasak sendiri. Dengan bahan segar seharga Rp50.000–Rp70.000, kamu bisa masak untuk 2–3 porsi sekaligus. Dalam sebulan, pengeluaran makanmu bisa turun drastis hingga Rp600.000–Rp900.000 — hemat hampir Rp1,5 juta per bulan!
Uang segitu bisa buat apa? Nabung, bayar kos, atau investasi. Pilihan ada di tanganmu.
5 Alasan Skill Masak adalah Investasi Terbaik Anak Muda
1. Hemat Jutaan Rupiah per Tahun
Ini alasan paling konkret dan langsung terasa. Kebiasaan order online memang praktis, tapi seringkali menguras dompet karena biaya pengantaran dan harga makanan yang lebih mahal. Dengan belajar memasak, anak muda bisa mengatur pengeluaran makanan dengan lebih efisien — memasak sendiri memungkinkan kontrol lebih baik atas porsi dan bahan yang digunakan, sehingga menghindari pemborosan.
2. Lebih Sehat dan Terkontrol Gizinya
Dengan memasak sendiri, anak muda dapat lebih mudah mengontrol bahan dan nutrisi dalam makanan. Hal ini penting untuk mendukung gaya hidup sehat dan mencegah konsumsi bahan berlebihan seperti gula, garam, dan lemak. Masakan rumahan terbukti lebih rendah kalori, lebih rendah sodium, dan bebas pengawet dibanding makanan siap saji atau delivery.
3. Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemandirian
Penelitian dari 23 program memasak di berbagai negara menemukan bahwa aktivitas memasak bisa meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan hidup, dan kedekatan emosional. Kemampuan membuat sesuatu dari bahan mentah hingga jadi hidangan yang enak adalah pencapaian nyata yang membangun rasa percaya diri — jauh lebih berkesan dari sekadar klik order!
4. Skill yang Selalu Relevan Sepanjang Hidup
Berbeda dengan skill digital yang bisa usang dalam beberapa tahun, skill memasak tidak pernah ketinggalan zaman. Mulai dari anak kos, pasangan baru menikah, orang tua, hingga lansia — kemampuan memasak selalu dibutuhkan di setiap fase kehidupan.
5. Bisa Jadi Peluang Bisnis!
Banyak pelaku UMKM kuliner sukses di Surabaya yang memulai bisnisnya dari dapur rumahan. Dari jualan frozen food, katering harian, hingga cloud kitchen — semuanya berawal dari skill memasak yang diasah pelan-pelan. Siapa tahu kamu adalah chef berbakat berikutnya!
Kenapa Gen Z Malas Masak? Dan Bagaimana Mengatasinya?
Keterampilan memasak semakin ditinggalkan karena kita semakin terbiasa dengan budaya instan dan terlalu lelah secara mental untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya menyehatkan diri sendiri.
Tapi masak nggak harus ribet! Ini tips memulai bagi kamu yang belum pernah masak sebelumnya:
Mulai dari resep 3 bahan. Telur dadar, nasi goreng sederhana, atau tumis sayur bumbu bawang — semua butuh kurang dari 5 bahan dan bisa selesai dalam 10 menit. Ini titik awal yang sempurna!
Masak dalam porsi besar sekaligus (meal prep). Masak sekali untuk 2–3 hari ke depan. Simpan di kulkas dan tinggal hangatkan. Ini cara paling efisien bagi kamu yang sibuk tapi tetap mau makan masakan sendiri.
Pilih bahan yang serbaguna. Telur, ayam, dan sayuran adalah trio terbaik untuk pemula — bisa diolah menjadi puluhan menu berbeda dengan teknik memasak yang sederhana.
Jangan takut gagal. Masakan pertama mungkin kurang enak — itu normal! Setiap chef profesional pernah masak gosong atau keasinan. Yang penting terus coba!
(Baca juga: Dapur Aman Sebulan Penuh! Stok Sembako Wajibnya Ada Disini)
Mulai Skill Masak dengan Bahan Segar Berkualitas dari Kana Group!
Langkah pertama belajar masak yang sering diremehkan adalah pilih bahan yang benar-benar segar. Bahan segar bukan cuma lebih sehat — masakannya juga lebih enak, lebih mudah diolah, dan hasilnya lebih konsisten meski tekniknya masih pemula.
Kana Group Surabaya hadir sebagai mitra belanja bahan segar terpercaya — langsung dari sumber tangan pertama, diantar ke depan pintu, dan harganya lebih terjangkau dari supermarket!
Tersedia lengkap untuk menu masak harianmu. Segera hubungi WhatsApp kami:
Kunjungi gudang utama kami tanpa antre untuk memeriksa kualitasnya di:



