Selamat Datang di Website Kana Group! Solusi Praktis Kebutuhan Dapur Anda.
Kana GroupKana GroupKana Group

Hari Kebaya Nasional: Warisan Bukan Cuma Pakaian, Tapi di Dapur!

Hari Kebaya Nasional: Warisan Budaya Bukan Cuma Pakaian, Tapi Juga di Meja Makan!

Hari ini, 24 Juli, perempuan Indonesia merayakan Hari Kebaya Nasional — momen untuk bangga dengan warisan budaya leluhur yang sudah ada sejak abad ke-15!

Tapi tahukah kamu, warisan budaya Indonesia yang patut dijaga bukan hanya kebaya yang anggun di tubuh — tapi juga masakan tradisional yang tersaji di meja makan setiap harinya. Keduanya adalah identitas bangsa yang sama berharganya, dan sama-sama terancam dilupakan di era serba instan ini.

Hari Kebaya Nasional diperingati setiap 24 Juli sebagai momentum untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap salah satu warisan budaya paling berharga. Peringatan ini bukan sekadar ajakan mengenakan pakaian tradisional, tetapi juga menjadi pengingat bahwa identitas budaya bangsa harus terus dijaga di tengah derasnya tren modern.

Kana Group mengajak kamu merayakan Hari Kebaya Nasional 2026 dengan cara yang unik — dengan melestarikan warisan kuliner tradisional Indonesia yang autentik, dimulai dari dapurmu sendiri!

Kebaya dan Kuliner Tradisional — Dua Warisan yang Tak Terpisahkan

Penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional didasarkan pada Keppres Nomor 19 Tahun 2023 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, dengan akar sejarah bermula dari Kongres Wanita Indonesia ke-10 pada tahun 1964 — ketika seluruh peserta kongres mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan dan simbol persatuan perempuan Indonesia.

Kebaya adalah simbol jati diri, kesantunan, keanggunan, martabat, serta semangat perjuangan perempuan Indonesia — dan gerakan melestarikan kebaya juga membawa dampak ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah.

Tapi coba bayangkan: perempuan Indonesia zaman dulu yang anggun berkebaya, apa yang mereka sajikan di dapur? Rawon Surabaya yang kaya rempah, rendang Padang yang membutuhkan kesabaran berjam-jam, soto Betawi yang gurih, opor ayam yang harum — semua adalah karya perempuan Indonesia yang tidak kalah agungnya dari kebaya itu sendiri.

Keduanya adalah warisan budaya yang tercipta dari tangan perempuan Indonesia — dan keduanya sama-sama harus kita jaga!

5 Masakan Tradisional Indonesia yang Wajib Dilestarikan

1. Rawon — Sup Hitam Kebanggaan Jawa Timur

Rawon adalah masakan khas Jawa Timur yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu — bahkan disebut sebagai salah satu sup tertua di dunia! Warna hitamnya yang khas berasal dari kluwek, rempah unik yang hanya tumbuh di Asia Tenggara. Rawon adalah bukti bahwa perempuan Jawa Timur sudah lama menjadi maestro memasak yang luar biasa.

Bahan utama: Daging sapi, kluwek, serai, lengkuas, jahe, bawang merah, bawang putih, cabai. 

2. Rendang — Masakan Terenak di Dunia

Kebaya kini tidak lagi identik dengan kesan kuno — begitu pula rendang yang terus berevolusi mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai tradisionalnya. Rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia versi CNN adalah bukti nyata kejeniusan kuliner nenek moyang kita. Proses memasaknya yang panjang — berjam-jam dengan penuh kesabaran — mencerminkan filosofi perempuan Indonesia yang tangguh dan tidak menyerah.

Bahan utama: Daging sapi, santan, cabai merah, serai, lengkuas, jahe, kunyit, bawang.

3. Opor Ayam — Warisan Dapur Ibu yang Tak Tergantikan

Siapa yang tidak kenal opor ayam? Masakan bersantan kuning ini adalah simbol kehangatan keluarga Indonesia — selalu hadir di momen spesial, dari Lebaran hingga acara adat. Resepnya yang turun-temurun dari nenek ke ibu, dari ibu ke anak, adalah bentuk pelestarian budaya yang paling nyata.

Bahan utama: Ayam kampung, santan, kemiri, serai, daun salam, kunyit, bawang

4. Soto — Seribu Versi, Satu Jiwa Indonesia

Indonesia punya ratusan versi soto — Soto Lamongan, Soto Betawi, Coto Makassar, Soto Banjar, dan masih banyak lagi. Setiap daerah punya versinya sendiri, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang luar biasa. Melestarikan soto berarti melestarikan identitas daerah masing-masing.

Bahan utama: Ayam atau daging sapi, kunyit, serai, jahe, bawang merah, bawang putih, daun jeruk

5. Urap — Kesederhanaan yang Kaya Gizi

Urap adalah bukti bahwa masakan tradisional Indonesia sudah lebih dulu mengenal konsep healthy eating jauh sebelum tren tersebut populer. Sayuran segar yang direbus dan dilumuri bumbu kelapa parut berbumbu — sederhana, bergizi, dan lezat. Ini adalah warisan kuliner yang justru semakin relevan di era gaya hidup sehat!

Bahan utama: Bayam, tauge, kacang panjang, kelapa parut, cabai, kencur, daun jeruk

Rayakan Hari Kebaya Nasional dengan Memasak Masakan Tradisional!

Hari Kebaya Nasional 2026 mengangkat tema resmi “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia” — menegaskan bahwa warisan budaya Indonesia layak dikenal dan dibanggakan di kancah internasional.

Nah, apa cara paling bermakna untuk merayakan Hari Kebaya Nasional hari ini? Selain mengenakan kebaya, coba masak satu hidangan tradisional Indonesia untuk keluargamu malam ini — rawon, rendang, opor, soto, atau urap. Tunjukkan bahwa kamu bangga bukan hanya dengan pakaian tradisional, tapi juga dengan kuliner tradisional yang sama berharganya!

(Baca juga: Awas Ketipu! Begini Cara Bedakan Daging Sapi Segar dan Tidak)

Selamat Hari Kebaya Nasional 2026 dari Kana Group — Serving with Heart, setiap hari. 

Semua Bahan Masakan Tradisional Tersedia di Kana Group!

Mau masak rawon, rendang, atau opor malam ini untuk merayakan Hari Kebaya Nasional? Kana Group menyediakan semua bahan segar berkualitas yang kamu butuhkan — langsung dari sumber tangan pertama, diantar ke depan pintu! Segera hubungi kami melalui nomor dibawah ini untuk ketersediaan kebutuhan dapurmu: 

CS Kana Group


Kunjungi gudang utama kami tanpa antre untuk mengecek kualitasnya di:

Gudang Pusat Surabaya
Gudang Pusat Sidoarjo

Leave A Comment