Selamat Datang di KANA Group | Partner Kebutuhan Dapur & Usaha Anda
Kana GroupKana GroupKana Group

Telur Harus Dicuci Sebelum Disimpan?

Telur Harus Dicuci Sebelum Disimpan? Kamu Perlu Tahu

Pernah membeli telur, lalu menemukan sedikit kotoran yang masih menempel di bagian cangkangnya? Kalau iya, mungkin hal pertama yang muncul di pikiran adalah, “Wah, harus dicuci dulu nih sebelum disimpan.”

Hal tersebut sebenarnya cukup wajar. Kita tentu ingin bahan makanan yang masuk ke dapur terlihat bersih dan higienis. Apalagi telur akan disimpan beberapa hari sebelum akhirnya dimasak. Karena itu, tidak sedikit orang yang langsung mencuci telur menggunakan air mengalir atau mengelapnya dengan kain basah.

Tapi, pernahkah kamu berpikir apakah telur memang perlu dicuci sebelum disimpan?

Ternyata, telur memiliki perlindungan alami pada bagian cangkangnya. Jadi, membersihkan telur bukan hanya soal membuat bagian luarnya terlihat bersih. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya proses membersihkan telur tidak justru mengurangi perlindungan alaminya.

Sebelum membahas lebih jauh, yuk kenali dulu bagian-bagian yang ada pada cangkang telur.

Cangkang Telur Ternyata Punya Beberapa Lapisan

Kalau dilihat sekilas, cangkang telur memang terlihat seperti satu bagian yang keras. Padahal, cangkang telur memiliki beberapa lapisan yang masing-masing memiliki fungsi untuk membantu melindungi isi telur.

  • Lapisan Kutikula (Bloom)

Lapisan pertama adalah kutikula atau bloom. Lapisan ini berada paling luar dan menutupi permukaan cangkang telur.

Kutikula dapat membantu menutup pori-pori kecil pada cangkang dan menjadi salah satu perlindungan alami telur terhadap lingkungan di sekitarnya. Selain itu, lapisan ini juga membantu menjaga kelembapan di dalam telur.

Jadi, meskipun tidak terlihat, sebenarnya ada lapisan pelindung yang bekerja di permukaan telur.

  • Cangkang Keras

Di bawah lapisan kutikula terdapat cangkang keras yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat (CaCO₃).

Cangkang inilah yang selama ini kita kenal sebagai bagian keras yang melindungi telur. Namun, jangan mengira cangkang telur benar-benar tertutup rapat. Cangkang memiliki banyak pori-pori kecil yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara.

Karena memiliki pori-pori tersebut, kondisi permukaan cangkang dan cara telur ditangani juga menjadi hal yang penting.

  • Lapisan Mamilar

Selanjutnya terdapat lapisan mamilar atau mammillary layer. Lapisan ini berada di bagian dalam cangkang dan memiliki struktur berupa tonjolan-tonjolan kecil.

Lapisan mamilar menjadi bagian yang membantu menghubungkan cangkang dengan membran yang berada di bawahnya.

  • Membran Cangkang

Di bagian dalam cangkang terdapat membran cangkang yang terdiri dari dua lapisan, yaitu membran luar dan membran dalam.

Membran ini berada tepat di bawah cangkang keras dan turut membantu memberikan perlindungan terhadap isi telur.

Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa telur sebenarnya sudah memiliki beberapa lapisan perlindungan sebelum kita memasukkannya ke dalam kulkas atau mengolahnya di dapur.

Tapi kemudian muncul pertanyaan berikutnya: kalau begitu, apa yang terjadi ketika telur dicuci?

Apa yang Terjadi Ketika Telur Dicuci?

Saat telur dicuci atau digosok, terutama jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat, lapisan kutikula pada permukaan cangkang dapat terganggu atau berkurang.

Padahal, lapisan tersebut merupakan salah satu perlindungan alami telur.

Ketika perlindungan pada permukaan cangkang terganggu, telur dapat menjadi lebih rentan terhadap masuknya mikroorganisme melalui pori-pori cangkang, terutama apabila telur kemudian tidak ditangani dan disimpan dengan benar.

Di sinilah letak kesalahpahaman yang cukup sering terjadi.

Kita biasanya menganggap:

telur lebih bersih = telur lebih aman.

Padahal, kebersihan yang terlihat dari luar tidak selalu menggambarkan keseluruhan kondisi telur.

Telur yang terlihat bersih belum tentu lebih aman jika proses pencuciannya justru merusak perlindungan alaminya. Sebaliknya, adanya sedikit kotoran pada permukaan cangkang juga tidak otomatis berarti bagian dalam telur sudah terkontaminasi.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah telur terlihat bersih atau tidak, tetapi juga bagaimana telur tersebut dibersihkan, ditangani, dan disimpan.

Kalau Ada Kotoran di Cangkang, Harus Bagaimana?

Nah, bagian ini yang biasanya membuat bingung.

Misalnya kamu baru membeli telur dan menemukan sedikit kotoran yang menempel di beberapa bagian cangkangnya. Rasanya tentu kurang nyaman kalau langsung memasukkannya ke tempat penyimpanan.

Namun, bukan berarti setiap telur harus langsung dicuci begitu sampai di rumah.

Jika kotorannya hanya sedikit dan tidak mengganggu, telur dapat ditangani dengan hati-hati tanpa perlu mencucinya sebelum disimpan. Yang penting, telur disimpan dalam kondisi yang sesuai dan tidak diletakkan sembarangan bersama bahan makanan lain.

Sementara itu, jika telur memang sangat kotor dan perlu dibersihkan sebelum digunakan, prosesnya perlu dilakukan dengan hati-hati. Hindari menggosok cangkang terlalu keras atau merendam telur begitu saja.

Intinya, jangan menjadikan mencuci telur sebagai kebiasaan otomatis setiap kali telur baru dibeli.

Perhatikan dulu kondisinya.

Kualitas Telur Dimulai dari Cara Menanganinya

Telur mungkin terlihat sederhana. Hanya sebuah cangkang dan isinya. Tapi ternyata, ada banyak hal yang terjadi di balik cangkang tersebut untuk membantu menjaga kualitasnya.

Itulah mengapa penanganan telur tidak bisa hanya dilihat dari apakah telur terlihat bersih atau tidak. Kondisi cangkang, proses penyimpanan, kebersihan saat menangani, hingga cara telur dipersiapkan sebelum digunakan, semuanya memiliki peran.

Di KANA Telor, kami memahami bahwa telur yang sampai ke pelanggan bukan sekadar produk yang perlu dikirim, tetapi juga perlu dijaga kualitasnya selama proses penanganan.

Karena itu, kami berusaha menjaga telur melalui proses penanganan dan penyimpanan yang tepat sebelum sampai ke tangan pelanggan.

Jadi, lain kali saat menemukan sedikit kotoran pada cangkang telur, jangan langsung panik dan buru-buru mencucinya. Kenali dulu kondisi telurnya dan pahami cara penanganannya.

Karena menjaga kualitas telur bukan hanya tentang membuatnya terlihat bersih, tetapi juga menjaga perlindungan dan kualitasnya sampai siap diolah menjadi makanan favorit keluarga.

Leave A Comment