Kalau dilihat sekilas, cangkang telur memang terlihat seperti satu bagian yang keras. Padahal, cangkang telur memiliki beberapa lapisan yang masing-masing memiliki fungsi untuk membantu melindungi isi telur.
Lapisan pertama adalah kutikula atau bloom. Lapisan ini berada paling luar dan menutupi permukaan cangkang telur.
Kutikula dapat membantu menutup pori-pori kecil pada cangkang dan menjadi salah satu perlindungan alami telur terhadap lingkungan di sekitarnya. Selain itu, lapisan ini juga membantu menjaga kelembapan di dalam telur.
Jadi, meskipun tidak terlihat, sebenarnya ada lapisan pelindung yang bekerja di permukaan telur.
Di bawah lapisan kutikula terdapat cangkang keras yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat (CaCO₃).
Cangkang inilah yang selama ini kita kenal sebagai bagian keras yang melindungi telur. Namun, jangan mengira cangkang telur benar-benar tertutup rapat. Cangkang memiliki banyak pori-pori kecil yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara.
Karena memiliki pori-pori tersebut, kondisi permukaan cangkang dan cara telur ditangani juga menjadi hal yang penting.
Selanjutnya terdapat lapisan mamilar atau mammillary layer. Lapisan ini berada di bagian dalam cangkang dan memiliki struktur berupa tonjolan-tonjolan kecil.
Lapisan mamilar menjadi bagian yang membantu menghubungkan cangkang dengan membran yang berada di bawahnya.
Di bagian dalam cangkang terdapat membran cangkang yang terdiri dari dua lapisan, yaitu membran luar dan membran dalam.
Membran ini berada tepat di bawah cangkang keras dan turut membantu memberikan perlindungan terhadap isi telur.
Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa telur sebenarnya sudah memiliki beberapa lapisan perlindungan sebelum kita memasukkannya ke dalam kulkas atau mengolahnya di dapur.
Tapi kemudian muncul pertanyaan berikutnya: kalau begitu, apa yang terjadi ketika telur dicuci?